Gubernur NTT pastikan guru SMK akan sejahtera

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).Sumber: Biro Adminitrasi Pimpinan Setda Pemprov NTT

 

“Di mana ada lahan pertanian yang luas, maka saya mau agar program TJPS ini terlaksana secara baik. Saya mau agar pihak SMK mengolah paling sedikit 50 hektar untuk program TJPS”

Lensahati.com-Kupang. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan bahwa apabila guru-guru serius dan terlibat di lapangan, maka sudah dapat dipastikan akan sejahtera.

“Sebagai gubernur, saya mau ingatkan bahwa para guru harus terlibat di lapangan secara aktif, dengan demikian apabila yang mereka kerjakan itu berhasil, maka mereka juga yang akan menikmati hasilnya, itu yang dinamakan kerja lapangan,” lanjut Gubernur Viktor.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur ketika memberikan sambutan di SMK Negeri Polo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (26/3).

Gubernur NTT itu juga meminta agar Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan terlibat secara langsung dalam memajukan pendidikan khususnya Sekolah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di NTT.

“Tenaga pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan bisa juga datang dari Dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan, karena mereka memiliki keahlian dalam bidangnya masing-masing,” ungkap Gubernur NTT.

Menurutnya, setiap program pemerintah khususnya dalam bidang pertanian dan peternakan harus melibatkan para siswa agar mereka juga mampu mengenal ilmu yang mereka pelajari secara baik di sekolah. Oleh karenanya desain pendidikan di NTT akan dirubah, tambahnya.

“Ke depan khusus untuk SMK, tahun pertama itu teori, sedangkan tahun selanjutnya semua siswa wajib turun ke lapangan didampingi oleh tenaga pengajar, mereka harus dibiasakan dengan ilmu yang mereka pelajari,” tegas gubernur NTT melalui keterangan tertulis, Sabtu, 27 Maret 2021.

Ia menegaskan, hal tersebut bertujuan agar ketika mereka menamatkan sekolah, mereka tidak perlu lagi mencari pengalaman, dengan demikian mereka bisa langsung memiliki lahan pekerjaan saat tamat atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Sebelum mengakhiri sambutannya, gubernur NTT kembali mengingatkan agar pihak sekolah berkolaborasi dengan dinas terkait di Provinsi untuk mendukung program unggulan Pemerintah Provinsi NTT yang saat ini sedang digalakkan, yakni program Tan Jagung Panen Sapi (TJPS).

“Dimana ada lahan pertanian yang luas, maka saya mau agar program TJPS ini terlaksana secara baik. Saya mau agar pihak SMK mengolah paling sedikit 50 hektar untuk program TJPS,” ungkapnya.

Gubernur NTT itu mengatakan, kalau hasilnya belum bisa untuk beli sapi, maka bisa dimulai dengan ayam ataupun babi dan kambing. Keuntungannya sekali lagi untuk dinikmati oleh para guru,” kata Gubernur.

“Saat ini, Penghasilan yang diperoleh tenaga pendidik tergantung pada kerja keras, karena Pemerintah telah menyiapkan Program TJPS,” pungkasnya.

Ia menambahkan, semakin luas lahan yang disiapkan untuk TJPS maka semakin tinggi pendapatan bagi tenaga pendidik dan program ini juga menjadi model pembelajaran bagi peserta didik sekolah kejuruan.

Sementara itu Plt. Kepala Sekolah SMK Negri Pollo, Mary Airin Tunliu, mengatakan bahwa dirinya merasa sangat senang atas kunjungan gubernur ke SMK Negri Pollo. Menurut Mery, ini merupakan kali pertama seorang Gubernur menginjakan kakinya di sekolah tersebut.

“Terimakasih bapak gubernur, kami sangat senang atas kunjungan ini, semoga dengan kedatangan bapak gubernur bisa memotivasi anak – anak didik untuk belajar dan bekerja dengan baik, demi masa depan mereka sendiri,” ungkap Mery.

Yos Syukur

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x