Gubernur NTT: Pemimpin Sumba Tengah cerdas dan berani

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menanam jagung sekaligus panen padi secara simbolis di lahan seluas 3.000 ha di desa Wailawa, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Kamis (15/4).

Sumba Tengah. Panen padi di Kabupaten Sumba Tengah menunjukan adanya wujud nyata perubahan peradaban pertanian yang terintegrasi di NTT. Hal tersebut dimulai dari Sumba Tengah dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Paul S.K Limu dan Daniel Landa.

Pemimpin Sumba Tengah mampu membawa rakyatnya mencapai masa depan yang sejahtera, karena mereka berdua cerdas, pintar, peduli dan berani mengambil risiko demi kesejahteraan rakyatnya.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) ketika menanam jagung Hibrida Pioner 35 secara simbolis diatas lahan seluas 260 ha, di desa Dasaelu sekaligus panen padi secara simbolis di lahan seluas 3.000 ha di desa Wailawa, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Kamis (15/4).

Gubernur NTT itu juga mengungkapkan, sebuah perdebatan besar dan protes ketika menetapkan Sumba tengah sebagai lokasi Food Estate.

Tahun depan perluas lahan untuk TJPS
Politisi partai NasDem itu juga menargetkan tahun depan adanya peningkatan pengelolaan luasan lahan tanam untuk Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dan Food Estate.

“Tahun depan, di Pulau Sumba, luas lahan ditambah untuk tanaman pertanian yang terintegrasi untuk padi, jagung dan komoditi lainya,” ungkapnya.

Dikatakannya, di Sumba Tengah, kalau tahun ini 5000 ha, tahun depan menjadi 10.000 ha, di Sumba Timur seluas 10.000 ha, di Sumba Barat seluas 3.000 ha dan Sumba Barat Daya seluas 5.000 ha, palaksanaannya didukung oleh TNI dan POLRI,” ujar Gubernur NTT.

Bersyukur karena RI memiliki presiden Jokowidodo
Dalam kesempatan tersebut, Viktor juga mengajak masyarakat NTT untuk selalu bersyukur karena memiliki Presiden RI, Joko Widodo.

“Momentum hari ini merupakan sebuah keajaiban, Karena kita di berikan oleh Tuhan seorang Presiden, Joko Widodo yang luar biasa. Untuk itu, kita patut mendoakan beliau agar senantiasa sehat dan bijaksana dalam memimpin negara ini, pada periode berikutnya,” katanya.

Bupati Sumba Tengah hibur Gubernur NTT
Sementara itu, Bupati Sumba Tengah Paul S.K Limu dalam sambutanya menyapaikan Komitmen, perhatian dan empati seorang gubernur menentukan keberhasilan setiap program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten.

Bapak Gubernur kalau datang ke Sumba Tengah harus tersenyum karena saat ini tentunya bapak sedang bersedih terkait kondisi bencana yang melanda sebagian besar wilayah NTT.

“Tetapi saat ini kami coba menghibur bapa dengan melakukan tanam jagung secara simbolis diatas lahan 260 ha dan panen padi secara simbolis 3.000 ha, setelah itu kita duduk sedikit di Bukit Joko Widodo agar bapak terhibur kembali,” ungkap Bupati Sumba Tengah tersebut.

Sistem ijon tidak berlaku di Sumba Tengah
Saat yang sama pula, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky F. Koli menyampaikan dampak positif terhadap pola tanam serentak dan pencapaian target indeks pertanaman.

“Dengan adanya pendekatan food estate, sistem ijon tidak berlaku, ketersediaan pangan lebih cepat. Waktunya dua bulan lebih cepat karena adanya modernisasi alsintan dari hulu hingga hilir, sehingga kami sampaikan juga kepada bapak Gubernur, Kita sedang mengejar indeks pertanaman 300, satu tahun 3 kali tanam, padi-jagung-kacang atau padi jagung-jagung.
(YS)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x