SI MANDATARIS dari Desa menuju BAHTERA NTT

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)

Ini sebuah desain kreatif yang sangat bagus, untuk secepatnya melakukan terapi kemiskinan di NTT, yang dilakukan secara bersama-sama. Saya senang dan menyambut baik terhadap ide briliant melalui SI MANDATARIS

Lensahati.com-Kupang. NTT Satu Data melalui SI MANDATARIS (Sistem Informasi Manajemen Data Strategis), dimana data yang dihasilkan nanti dalam bentuk aplikasi website dari Desa Menuju BAHTERA (Bangkit, Sejahtera) NTT, dan semua data yang diproduksi berawal dari dan berbasis di desa by name dan by address. Aplikasi ini rencananya akan diluncurkan oleh Gubernur NTT dalam waktu dekat.

Hal tersebut merupakan salah satu program pendataan yang dibahas ketika Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  ketika beraudiensi dengan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Darwis Sitorus, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT, Lydia Kurniawati Christyana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Sekretaris Bappelitbangda Provinsi NTT, Maxi Manafe di ruang kerja Gubernur di Kupang, Kamis (1/4).

Pertemuan tersebut diawali dengan introduksi SI MANDATARIS oleh Sekretaris Bappelitbangda Provinsi NTT, Maxi Manafe bersama Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus, yang menyampaikan bahwa SI MANDATARIS ini mulai dilaksanakan pada Bulan April 2021 ini sampai dengan tersedia data basenya pada Bulan Juli 2021.

Foto bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) usai beraudiensi dengan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Darwis Sitorus, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT, Lydia Kurniawati Christyana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Sekretaris Bappelitbangda Provinsi NTT, Maxi Manafe di ruang kerja Gubernur di Kupang, Kamis (1/4).

“Dengan pelaksanaan SI MANDATARIS ini, maka akan berdampak pada tersedianya data yang muktahir pada Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) dan Indeks Desa Membangun (IDM), yang mana desa menjadi target pembangunan RPJMN 2020-2024 dan RPJMD 2018-2023,” kata Maxi.

Menurutnya, data yang dihasilkan pada website tersebut juga merupakan masukan dari gubernur tentang informasi terkait indikator strategis di Provinsi NTT, sekaligus dapat menyusun dashboard untuk setiap desa yang mempermudahnya proses monitoring aspek sosial dan kemiskinan.

Mantan Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi NTT menambahkan, fokus di tahun 2021 ini adalah membangun data base kemiskinan.

Dengan demikian, kata Maxi, data yang didapat nanti adalah benar-benar data yang terupdate dan real time dari seluruh desa/kelurahan di NTT, yang menyangkut diantaranya, kependudukan, kemiskinan, ketenagakerjaan, perumahan, pendidikan dan aspek-aspek sosial lainnya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  ketika beraudiensi dengan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Darwis Sitorus, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT, Lydia Kurniawati Christyana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Sekretaris Bappelitbangda Provinsi NTT, Maxi Manafe di ruang kerja Gubernur di Kupang, Kamis (1/4).

Gubernur VBL, saat menyimak penjelasan tersebut memberikan apresiasi akan adanya upaya kerja keras  yang inovatif, kolaboratif dan terintegrasi yang didesain untuk bersama-sama dalam rangka menekan laju kemiskinan di Nusa Tenggara Timur.

“Ini sebuah desain kreatif yang sangat bagus, untuk secepatnya melakukan terapi kemiskinan di NTT, yang dilakukan secara bersama-sama. Saya senang dan menyambut baik terhadap ide briliant melalui SI MANDATARIS ini,” katanya melalu keterangan tertulis. Kamis.

Gubernur NTT menegaskan, dengan adanya website ini jelas akan mendapatkan data yang terupdate dan real time, untuk bisa  mengeksekusi berbagai kebijakan dan program mengatasi kemiskinan melalui kebijakan politik anggaran.

Menurutnya, data yang dihasilkan juga akan menjadi referensi akurat yang bisa digunakan oleh berbagai kementerian, seperti Kementerian Sosial dalam hal pemberian bantuan sosial.

“Data ini nantinya saya anggap mumpuni,  karena bisa memberikan upaya absolut pengentasan kemiskinan untuk betul-betul bisa memandirikan orang, bukan memberikan bantuan karitatif, dan data ini sangat membantu dalam penyaluran bantuan bagi yang pantas menerimanya, karena data ini didapat by name, by address,” tegasnya.

Dikatakan, data yang ada nantinya adalah data yang akurat, sehingga pemerintah tidak ragu dalam mengintervensi anggaran bagi kesejahteraan masyarakat, apalagi NTT masih tergolong miskin, karena  masih banyak kabupaten yang terbelakang, diantaranya Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, Kabupaten TTU, Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Sabu Raijua,  jelas Putera Semau ini.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  ketika beraudiensi dengan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Darwis Sitorus, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT, Lydia Kurniawati Christyana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Sekretaris Bappelitbangda Provinsi NTT, Maxi Manafe di ruang kerja Gubernur di Kupang, Kamis (1/4).

Gubernur VBL berharap aplikasi ini dapat berjalan efektif dan benar-benar bisa digunakan secara baik untuk memberikan solusi cerdas dalam upaya memajukan NTT.

“Kita kerja keras berdasarkan data yang dihasilkan, dan program pembangunan bisa berhasil 50 % maka bisa dikatakan NTT maju”, tegas mantan ketua fraksi NasDem DPR RI tersebut.

Hadir pada audiens tersebut mendampingi Gubernur VBL, Staf Khusus Gubernur Bidang Ekonomi, Prof. Daniel Kameo dan Staf Khusus Gubernur Bidang Hubungan Antar Lembaga, Anwar Pua Geno.

(Yos Syukur)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x