Awalnya diremehkan,kini warga Desa Rana Mbata, Matim,NTT menikmati air minum bersih

Bupati Ketika Meresmikan Air Minum Bersih dan Pengukuhan Karang Taruna Desa Rana Mbata, Sabtu (20/3). Sumber: Humas Matim.

Lensahati.com. Tedy Janu, seorang sarjana teknik, warga kampung Mesi,Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendatangkan air minum bersih di kampungnya dengan sistem pompa hidram.

Tedy menceritakan, sejak awal nada pesimis begitu kencang terdengar. Awalnya diremehkan juga. Kata sindiran kadang datang secara bergantian dengan berbagai curah hinaan. Kendati demikian Tedy mengolah cercaan dan cibiran itu menjadi sebuah motivasi.

“Kami hanya fokus untuk menyelesaikan pekerjaan ini dan memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi air yang ada saat ini sangat cukup untuk kebutuhan warga. “Kami juga berterima kasih kepada Kades Rana Mbata yang telah membantu melancarkan mimpi dan kerja kami dengan bantuan dana,” ucapnya.

 “Ketika kalian berhasil mendekatkan air ke rumah, sesungguhnya kalian sudah meringankan tugas perempuan. Air selalu identik dengan kehidupan dan tonggak kehidupan kita adalah perempuan,” Bupati Manggarai Timur Andreas Agas.

Tedy juga menjelaskan bahwa uang yang dibutuhkan untuk merakit peralatan pompa hidran ini tidak terlalu besar, hanya kurang lebih Rp130 juta. Manfaat jangka panjangnya ketersediaan air untuk masyarakat, tambahnya.

“Saya berkomitmen untuk menjaga kebutuhan air bagi warga tiga RT. Kami akan usahkan agar setiap rumah bisa dialiri air bersih tanpa menggunakan kran tongkang lagi. Serta bebas iuran air melalui usaha kecil-kecilan dari karang taruna yang sedang kami buat seperti usaha las dan terop,” tegas Tedy.

Dikatakan, mata air Wae Sior dan Wae Sele merupakan sumber utama air bersih yang dialirkan ke rumah warga Mesi melalui sistem pompa air hidram.

Hasil kerja keras Tedy dan temab-temannya, kini sebanyak 70 kepala keluarga dari tiga RT yang berdomisili di Kampung Mesi, Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menikmati layanan Air Minum Bersih (AMB) dengan sistem pompa hidram.

Sistem pompa hidram ini merupakan hasil rakitan salah satu pemuda kampung Mesi yaitu Tedy Janu,ST. Berdasarkan hasil uji coba dengan sistem tersebut. Untuk kebutuhan setiap rumah tangga dapat dipenuhi sebanyak 60 liter per kepala keluarga dengan kapasitas bak penampung mencapai 8000 liter.

” Hal ini dia jalankan melalui sistem buka tutup dua kali sehari dan menggunakan kran air tongkang,” ujar Tedy yang juga menjadi insisator pembentukan Karang Taruna Tunas Bakti Desa Rana Mbata.

Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas, didampingi Ketua DPRD Matim,Heremias Dupa dan anggota DPRD Dapil Kota Komba; Tarzan Talus, Yohanes S.Syukur, Kasat Pol PP Matim, meresmikan air minum sistem pompa hidram dan Karang Taruna Tunas Bakti, Sabtu,(20/3).

Diacara peresmian tersebut Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, memberikan apresiasi untuk karya, inovasi dan kreatifitas para pemuda Kampung Mesi.

“Jujur, saya kagum dengan tekad Tedy untuk berkarya bagi kampung halaman, tidak banyak anak-anak muda kita yang memutuskan pulang dari kota dan berkarya di kampung sendiri. Harus tetap semangat, pro dan kontra itu biasa, justru yang kontra karena itu akan memotivasi kita untuk sukses,” katanya.

Ia menjelaskan, air merupakan sumber kehidupan dan kaum perempuan adalah yang paling terdampak ketika rumah tangga kesulitan air minum dan air bersih. Kaum perempuan akan memikul tanggung jawab cukup besar untuk memastikan setiap orang didalam rumah memiliki akses terhadap air.

“Ketika kalian berhasil mendekatkan air ke rumah, sesungguhnya kalian sudah meringankan tugas perempuan. Air selalu identik dengan kehidupan dan tonggak kehidupan kita adalah perempuan,” tambah Bupati Agas.

Pada kesempatan yang sama,Bupati Agas juga mengukuhkan Karang Taruna Tunas Bakti, Desa Rana Mbata. Jefri Ndarung, Ketua Karang Taruna Tunas Bakti, meminta agar Pemda Manggarai Timur segera mengimplementasikan Perda Perlindungan Mata Air dan fokus pada pemeliharaan, perawatan, penghijauan dan penataan ruang mata air berdasarkan adat suku Manus.

“Kami para pemuda dan pemudi Karang Taruna sangat membutuhkan perhatian, dukungan dan kerja sama dengan Pemda Matim,” kata Ndarung.

Bupati Agas menyambut baik pembentukan Karang Taruna Desa Rana Mbata. Ia menegaskan, ketika Karang Taruna dibentuk dari kampung pelosok Mesi, maka ini sangat luar biasa.

“Saya minta kalian harus konsisten dan berkontribusi untuk pembangunan desa kalian. Harus optimis, katakan saya bisa untuk terus berkarya, saya usahakan tahun depan kalian akan kelola dana hibah,” tutup Agas disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Sumber: Rilis Humas Matim.

Editor: Yos Syukur

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x