Ancaman hukuman bagi lima nelayan pembom ikan di TNK Mabar

Lensahati.com-Manggarai Barat. Polres Manggarai Barat, Polda NTT mengamankan lima orang nelayan tberasal dari Bajo Pulau, Desa Bajo Barat, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kelima nelayan tersebut terindentifikasi berinisial ED (27), IM (26), YI (16), RR (15) dan YN (15). Dua orang masih di bawah umur.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Bambang Hari Wibowo melalui Kasat Reskrim Iptu. Yoga Dharma Susanto ketika dikonfirmasi melalui gawainya, Rabu (14/4).

Ia mengatakan, kelima nelayan tersebut diamankan karena diduga menangkap ikan dengan menggunakan bom rakitan di perairan Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Sabtu (10/04/2021).

Dijelaskannya, berdasarkan Laporan Kejadian Nomor : LK. 01//BPPHLHK/SW-3/LBJ/PPNS/04/2021, tanggal 11 April 2021, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Manggarai Barat dan penyidik PPNS Balai Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK, bekerjasama untuk melakukan penyidikan terhadap pelaku penangkapan ikan dengan menggunakan bom rakitan tersebut.

Mantan Kapolsek Lembor itu menjelaskan dari kasus perkara tersebut, ketiga pelaku telah melanggar Pasal 40 ayat (2) jo pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dihukum dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah).

Serta Pasal 1 UU Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kedaruratan dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman sementara setinggi-tingginya ancaman 20 (dua puluh) tahun penjara.

Untuk kedua pelaku yang masih dibawah umur, lanjut Yoga, akan diproses sesuai ketentuan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan sementara yang bersangkutan dititipkan kepada pihak keluarga,” tutur Kasat Reskrim.

Dijelaskannya, barang bukti yang disita berupa satu unit perahu motor warna paling dasar merah, bodi hijau, bagian atas abu–abu, lantai berwarna biru dan lis warna orange.

Kemudian dua unit mesin penggerak, dan puluhan botol bahan–bahan peledak yang akan digunakan pelaku dalam aksinya melakukan pengeboman dengan barang bukti lain juga berhasil diamankan.

Kasat Reskrim Iptu. Yoga Dharma Susanto, menegaskan bahwa tindakan para pelaku merupakan tindakan yang merusak ekosistem laut dan melanggar hukum.

“Untuk seluruh masyarakat yang bekerja sebagai nelayan untuk tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan alam dan membahayakan dirinya sendiri serta jangan sampai kejadian ini terulang lagi,” imbaunya.

Ia menegaskan, tim gabungan baik dari Polri dan KLHK akan lebih gencar lagi melakukan patroli di dalam kawasan Taman Nasional Komodo.

“Baik masyarakat nelayan Manggarai Barat maupun nelayan dari luar akan kami tindak tegas jika ditemukan melakukan hal serupa,” tegasnya.
(YS).

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x