Kronologi Polres Mabar amankan lima nelayan asal Bima

Lensahati.com-Manggarai Barat. Kapolres Manggarai Barat, AKBP Bambang Hari Wibowo melalui Kasat Reskrim Iptu. Yoga Dharma Susanto, menjelaskan kronologi penangkapan lima nelayan dari Bajo Pulau, Desa Bajo Barat, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kelima nelayan tersebut terindentifikasi berinisial ED (27), IM (26), YI (16), RR (15) dan YN (15),” kata Kasat Reskrim Iptu. Yoga Dharma Susanto ketika dikonfirmasi melalu gawainya, Rabu (14/4).

Ia mengatakan, Kelima terduga pelaku tersebut diduga menangkap ikan dengan menggunakan bom rakitan saat melaut di wilayah TNK yakni di Loh Serikaya, bagian barat Pulau Komodo TNK. tepatnya pada posisi koordinat 8°33′09.3″S 119°23′30.8″E.

Mantan Kapolsek Lembor itu membeberkan, kronologi penangkapan lima nelayan tersebut terjadi pada hari Rabu (07/04/2021) sekitar pukul 04.00 Wita.

Ia memaparkan, kelima pelaku tersebut berangkat dari Bajo Pulau, NTB menuju perairan pulau Gili Banta (daerah penyangga NTB-NTT).

Setelah sampai di perairan pulau Gili Banta, para pelaku langsung melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom rakitan.

Dikatakannya, sekitar pukul 07.00 Wita, para pelaku melakukan pengeboman sebanyak empa kali. Para pelaku menggunakan bom rakitan sebanyak empat botol dalam kemasan botol Bir Bintang ukuran 620ml.

“Pada sore hari sekitar pukul 15.00 Wita kembali melakukan pengeboman ikan sebanyak lima kali menggunakan bahan peledak tersebut sebanyak lima botol,” ungkap Kasat Reskrim.

Ia menambahkan, pada hari Kamis (08/04/2021) sekitar pukul 14.00 Wita, para pelaku kembali melakukan pengeboman ikan di sekitar pulau Gili Banta sebanyak delapan kali menggunakan bahan peledak rakitan.

“Selanjutnya pada hari Jumat (09/04/2021) para pelaku beristirahat atau tidak melakukan aktifitas penangkapan ikan dengan menggunakan bom rakitan di perairan tersebut,” tambahnya.

Dijelaskanya, pada hari Sabtu (10/04/2021) para pelaku berangkat dari perairan Pulau Gili Banta (wilayah penyangga NTB- NTT) menuju peraiaran Tanjung Laju Pemali di wilayah bagian Barat perairan Pulau Komodo TNK, dan tiba sekitar pukul 16.00 Wita.

“Setelah tiba para pelaku langsung melakukan kembali melakukan pengeboman ikan dikedalam sekitar 10 meter sebanyak satu kali dengan menggunakan satu botol bahan peledak, jelasnya.

Para pelaku, lanjut Iptu Yoga, tidak berhenti sampai disitu. Sekitar pukul 16.15 Wita, para pelaku kembali melakukan pengeboman ikan di lokasi Loh Serikaya perairan Taman Nasional Komodo sebanyak satu kali. “Mereka menggunakan satu satu botol bahan peledak rakitan,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, pada hari Sabtu (10/04/2021) sekitar pukul 16.30 Wita, saat sedang berlabuh untuk melakukan peledakan selanjutnya para pelaku lalu ditangkap oleh tim patroli gabungan.

“Tim patroli gabungan terdiri dari Polres Manggarai Barat, BTNK dan Satuan SPORC Balai Gakkum KLHK,” ungkap Iptu Yoga.

Selanjutnya, kata dia, petugas mengamankan pelaku dan barang bukti ke Pos Polhut BTNK di Loh Wenci TNK untuk dilakukan interogasi lebih lanjut.

“Sebelumnya para pelaku sempat melarikan diri namun akhirnya ditangkap dan para pelaku bersama barang bukti dibawa ke Pos Polhut BTNK kemudian menggunakan Kapal Badak Laut milik Dirjen Hukum KLHK menuju Kota Labuan Bajo,” jelasnya.

(YS)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x