Gerakan Peduli Sampah dan Kesadaran Masyarakat

Sampah menumpuk di pinggir jalan di Kupang.

 

LENSAHATI.COM, KUPANG–Siang ini (13/3/2021) cuaca Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya sangat panas. Mentari bersinar telanjang membakar kulit. Menyengat seperti sengatan lebah, namun tidak meninggalkan bekas yang membengkak. Sengatan matahari yang mebakar kulit membuat keringat bercucuran.

Sebuah kendaraan pengangkut sampah terlihat parkir di tepi jalan. Beberapa orang yang mengenakan masker dan sarung tangan melempar beberapa kantong sampah ke bak mobil. Jalur tersebut nampak sepi. Kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat enggan melintas di lokasi tersebut.

Sementara beberapa orang yang lainnya berjalan sambil memungut sampah. Beberapa pria berbadan tegap terlihat mengumpulkan sampah-sampah plastik.

Kantong-kantong sampah berserakan. Dengung lalat terdengar samar. Aroma dari sampah-sampah itu menyengat, menyesakkan dada. Namun mereka tetap setia membersihkannya.

Meski panas matahari menyerang, menyebabkan haus dan dahaga. Mereka tetap semangat, tanpa putus asa mengumpulkan sampah-sampah ditepi jalan.

Pria-pria peduli sampah itu menggunakan sarung tangan, bersepatu dan memakai masker serta mengenakan topi. Jari kekar mereka memungut kemudian mengumpulkan sampah untuk diangkut oleh kendaraan menuju tempat pembuangan akhir.

Mereka ditemani para puan pelopor kebersihan. Mereka dipersenjatai karung, skop dan sapu lidi. Mereka sepakat bahwa berperang melawan sampah adalah tugas dan tanggung bersama.

Mereka bersatu dalam tekad memerangi sampah yang menjadi momok di Kota Kupang. Mereka bergerak cepat dan sigap dalam satu wadah yang disebut Gerakan Peduli Sampah (GPS).

Tim yang digagas langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) ini, terus bergerilya mengatasi masalah sampah yang saat ini menjadi momok bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya.

Tim Gerakan Peduli sampah dikomandoi oleh ketua GPS, Orson Basoeki, Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) George Hadjoh, serta Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang Pardon Paulus.

Tim Gerakan Peduli Sampah sangat kompak melakukan aksi pungut sampah yang berlokasi di seputaran Bukit Cinta, Kelurahan Penfui, Kabupaten Kupang.

Aksi yang melibatkan kurang lebih 100 orang ini, terdiri dari anggota GPS, ASN serta tenaga kontrak dari Biro Umum Setda Provinsi NTT. Terlihat ada beberapa tenaga relawan lainnya. Kegiatan ini sendiri berlangsung sejak pukul 07.00 WITA sampai selesai.

Ketua GPS Orson Basoeki yang mengungkapkan bahwa untuk mengatasi masalah sampah dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Bukan saja pemerintah Kota dan seluruh masyarakat Kota Kupang, tetapi juga dalam hal ini Pihak Pemerintah Kabupaten juga harus terlibat. 

Hal ini menurut Orson karena lokasi yang saat ini sedang dibersihkan merupakan wilayah Kabupaten Kupang, tetapi masih berada di pinggiran Kota Kupang yang sering dilalui oleh orang banyak.

Lokasi ini, kata dia, sangat dekat dengan bandara yang menjadi pintu masuk bagi para tamu yang datang berkunjung ke Kota Kupang.

“Jangan ada lempar tanggung jawab, karena masalah sampah merupakan masalah yang tidak bisa diselesaikan secara sendiri – sendiri,” kata Orson.

Menurutnya, penyebab masalah sampah yang saat ini masih sangat tinggi,karena kurangnya kesadaran dari masyarakat itu sendiri dan juga karena minimnya sarana pendukung.

Berangkat dari persoalan tersebut, Orson mengusulkan untuk selanjutnya pihak RT/RW, Lurah dan juga Dinas Kebersihan harus mampu memberikan edukasi secara terus menerus kepada masyarakat.

Dikatakannya, edukasi sangat penting untuk masyarakat itu sendiri. Sehingga masyarakat menyadari pentingnya pola hidup bersih.

Hal ini sangat bermanfaat, sehingga masyarakat bisa bebas dari berbagai jenis penyakit yang bersarang pada tumpukan sampah.

“Sampah merupakan pemicu tumbuh kembangnya penyakit Demam Berdarah yang angkanya cukup tinggi di NTT,” tegasnya.

Orson merasa optimis, jikalau program edukasi ini berjalan baik, ditambah dengan dukungan sarana yang cukup. Maka masalah sampah akan bisa diatasi. Dengan demikian, lanjut dia, maka dengan sendirinya jumlah kasus demam berdarah dapat ditekan.

Sementara itu, Andry Nabut salah seorang ASN di lingkup Pemprov. NTT merasa terpanggil untuk terlibat dalam aksi tersebut, karena masalah sampah di Kota Kupang merupakan masalah serius.

Menurutnya, masalah sampah seharusnya mendapat perhatian khusus, bukan saja dari masyarakat tetapi juga dari pihak pemerintah.

“Saya merasa terpanggil untuk ikut terlibat dalam tim GPS yang digagas oleh Bapak Gubernur NTT. Sampah merupakan penentu kesehatan masyarakat itu sendiri dan juga kesehatan lingkungan,” ungkapnya.

Andry mengajak seluruh masyarakat dan juga pemerintah agar bergandengan tangan untuk mengatasi masalah sampah di kota Kupang. Sehingga kota ini menjadi kota yang sehat dan bersih. Maju Terus GPS,” ujarnya.

Tim peduli sampah saat beraksi di Kupang. Foto/Ist.

 

Hal yang unik dan menarik serta sedikit menggelitik namun mengusik nurani adalah kata dan kalimat pada papan bicara salah satu titik.

Didekat papan bicara itu, kantong-kantong sampah bertumpuk dan berserakan. Bau amis membuat ras manis dari kata dan kalimat pada papan bicara itu berubah menjadi ancaman kematian.

Papan bicara dipaku pada sebuah tiang. Papanya bercat biru. Sedangkan tulisan pada papa bicara itu berwarna merah dan putih.

“Jangan membuang sampah sembarangan di lingkungan (tulisan warna putih) Allah Akan Merenggut Nyawa Anda! (Tulisan warna merah)

Tulisan pada papan bicara tersebut bukan sekedar larangan semata. Lebih dari itu, ada kalimat peringatan keras akan kematian dan atau kehilangan nyawa bagi siapa saja yang membuang sampah ditempat tersebut.

Nah..kalau sampah dibuang sembarang, banyak orang yang akan menderita. Lebih khusus mereka yang berada di dekat lokasi sampah tersebut.

Mari bersama Gerakan Peduli Sampah (GPS) kita perangi sampah dengan cara membuang sampah pada tempatnya. Serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan tempat tinggal kita.

Bersama GPS Kita Wujudkan Kota Kupang Sebagai Kota Bersih, Indah dan Asri. (Yos Syukur)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x