Dorong kembangkan wisata, Gubernur NTT apresiasi Yayasan Swisscontact

Gubernur Natat, Viktor B.Laikodat ketika melaksanakan pertemuan secara virtual bersama pihak Yayasan Swisscontact, Rabu (17/3)...  Sumber Foto. Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT

Gubernur NTT ,Viktor B.Laiskodat ketika melaksanakan pertemuan secara virtual bersama pihak Yayasan Swisscontact, Rabu (17/3).Sumber Foto. Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT.

Lensahati.com.Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengapresiasi Yayasan Swisscontact. Apresiasi ini diberikan atas partiasipasi Yayasan Swisscontact dalam mendorong pengembangan pariwisata di Nusa Tengggara Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Gubernur Viktor ketika melaksanakan pertemuan secara virtual bersama pihak Yayasan Swisscontact, Rabu (17/3).

“Pemprov NTT sangat senang karena kehadiran Swisscontact di NTT ini bisa memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang bagaimana membangun pariwisata yang berkelanjutan. Bagaimana melatih dan melakukan pendampingan masyarakat untuk bertransformasi agar pariwisata kini adalah sebagai budaya kerja,” ujarnya.

Gubernur NTT menyebut beberpa contoh kegiatan yayasan Swisscontact yang patut diapresiasi. Kegiatan tersebut antara lain, Swisscontact mendampingi para petani di Desa Waturaka Ende-Flores untuk beralih dari petani tradisional menjadi petani agrowisata dan juga Desa Waturaka kini dinobatkan sebagai Desa Contoh Ekowisata.

“Ini tentunya model pembangunan pariwisata yang kita inginkan bersama,” tegas Viktor, seperti dalam rilis Biro Humas dan Setda Pemprov NTT, yang diterima media ini, Sabtu (20/3).

Ia menegaskan, pemprov menginginkan Provinsi NTT ini menjadi daerah dengan desain pariwisata yang diidolakan dan diidamkan. Meski dengan keterbatasan yang ada saat ini, namun kehadiran Swisscontact ini juga sebagai sumbangan energi dan daya bagi pariwisata NTT.

Menurutnya pengembangan pariwisata berkelanjutan harus dilakukan dalam sistem kelembagaan dan kesatuan yang baik mulai dari masyarakat, pemerintah dan pihak swasta sehingga model yang dihasilkan untuk satu destinasi di daerah tertentu juga bisa ditiru di daerah yang lain sehingga pariwisata benar-benar menjadi prime mover.

“Untuk Pulau Komodo dan Labuan Bajo saya minta untuk serius melihat pada kelayakan ekonomi dan lingkungan untuk kita bergerak menuju harmoni pariwisata yang baik,” tegasnya.

Gubernur NTT meminta agar yayasan swisscontact untuk tidak hanya fokus di Flores saja tetapi harus mulai masuk di pulau-pulau yang lain dengan 7 destinasi yang indah diantaranya yaitu Pantai Liman (Semau), Mulut Seribu (Rote), Desa Lamalera (Lembata), Desa Wol Wal (Alor), Desa Praimadita (Sumba), Fatumnasi (Timor – TTS), dan Koanara (Ende – Flores),” jelasnya.

“Model yang sudah diterapkan baik di Flores bisa dibawa ke seluruh pulau sehingga bisa melatih masyarakat, berikan pemahaman dan pengembangan yang baik, berdayakan masyarakatnya sehingga pemahaman mengenai pariwisata berkelanjutan bukan hanya kita (leader) yang paham tetapi juga juga masyarakat kita,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk memiliki pariwisata berkelanjutan yang hebat maka pembangunan infrastruktur harus cepat, akomodasi disiapkan dengan baik, serta yang tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat sendiri untuk membangun pariwisata sebagau ciri khas daearah itu sendiri.

Sementara itu, Program Manager Swiss Contact, Philip Orga mengatakan, akan siap untuk selalu membantu Pemerintah NTT dan masyarakat, agar bisa mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan menjadi daya tarik dunia dengan memperhatikan destinasi pariwisata di seluruh pulau di NTT.

(Yos Syukur)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x