Hari Air Sedunia, Wabup Matim Tinjau Longsor di Wae Laku

 

Hari Air Sedunia, Wabup Matim Tinjau Longsor di Wae Laku, Senin (22/3), Sumber: Prokopim Matim.

Lensahati.com-Borong. Bertepatan dengan Hari Air Sedunia, Wakil Bupati Manggarai Timur, provinsi nUsa Tenggara Timur (NTT) Jaghur Stefanus, meninjau lokasi longsor yang terjadi di Bendung Wae Laku di Desa Compang Kantar Kecamatan Borong.

Longsor terjadi didua titik pada sepanjang jalan dan saluran irigasi menuju Bendung Wae Laku. Longsor pertama sepanjang sekitar 70 meter yang menutup akses jalan sehingga perjalanan menuju bendung Wae Laku harus ditempuh dengan berjalan kaki.

Setelah berjalan beberapa meter, timbunan material longsor juga ditemukan diatas saluran irigasi dan menutupi sebagain badan jalan.
Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Manggarai Timur beberapa waktu lalu. Selain timbunan material yang menutupi akses jalan menuju bendungan, timbunan sedimen berupa pasir dan batu yang cukup tinggi juga memenuhi saluran irigasi utama.

Hari Air Sedunia, Wabup Matim Tinjau Longsor di Wae Laku, Senin (22/3), Sumber: Prokopim Matim

 

Selain itu, terjadi penggerusan pinggir kali oleh air yang menyebabkan pengurangan badan jalan dan semakin melebarnya sungai Wae Laku dan penyempitan jalan menuju bangunan utama bendung Wae Laku.

Bendung Wae Laku sendiri merupakan salah satu bendung terbesar di Matim yang merupakan Daerah Irigasi (DI) kewenangan pusat dengan Sub DI Wae Dingin dan dibangun pada tahun 2017.

Bangunan utama Bendung Wae Laku terdapat di desa Compang Kantar Kecamatan Ranamese dan salurannya mengalir serta mengairi areal persawahan Desa Bangka Kantar, Desa Golo Kantar dan Desa Nanga Labang yang ketiganya ada di Kecamatan Borong.

Hari Air Sedunia, Wabup Matim Tinjau Longsor di Wae Laku,Senin (22/3). Sumber: Prokopim Matim

 

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Manggarai Timur menyampaikan keresahan dan keprihatinannya terkait longsor yang terjadi.

“Saya turut prihatin dengan kondisi ini. Kondisi seperti ini tentu sangat menyulitkan masyarakat, terutama yang mengandalkan irigasi Wae Laku untuk pertanian dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin.

Wakil Bupati juga mengapresiasi langkah taktis yang diambil oleh BPBD Kabuaoten Matim yang berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk mengatasi longsor yang terjadi.

“ Terima kasih kepada rekan-rekan dari BPBD dan Dinas PUPR yang sudah bergerak cepat turun ke lokasi dan mengambil langkah-langkah taktis untuk penanganan bencana ini. Kita akan tetap berkoordinasi dengan provinsi untuk penanganan lebih lanjut. Saya harap masyarakat juga ikut aktif membantu teman-teman dari Dinas supaya masalah ini cepat teratasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini juga, Kadis PUPR; Yoseph Marto, menyampaikan bahwa Dinas PU dan BPBD sudah melakukan langkah-langkah teknis untuk penanganan awal bencana longsor ini, seperti membersihkan saluraan utama dari material batu dan pasir.

“Kita tetap berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II), untuk penangan lebih lanjut. Kerusakan yang terjadi cukup besar dan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit juga, untuk itu Pemda akan tetap membangun komunikasi dan koordinasi ke BWS NT II yang ada di Kupang,” ungkap Yos.

Sumber: Rilis Prokompin Matim

 

2 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x