Air sungai meluap, rumah warga di Sumba Timur terendam banjir

 

Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing, ketika mengevakuasi warga terdampak banjir di Kecamatan Kambaniru, Minggu (4/4)

Lensahati.Com-Sumba Timur. Akibat curah hujan yang tinggi, rumah warga di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur terendam banjir, Minggu (4/4).

Rumah warga kecamatan Kambera kebajiran akibat meluapnya sungai Kambaniru. Bahkan beberapa rumah hanyut tersapu banjir tersebut.

Selain menghanyutkan rumah warga, banjir juga menghanyutkan ternak milik warga setempat. Jembatan lama Kambaniru, dan jembatan layang bendungan Lambanapu roboh karena banjir.

Sementar itu di Kelurahan Kambaniru dan Prailiu ketinggian air hampir mendekati dua meter. Warga sudah mengungsi ke tempat sanak saudara yang tak terkena banjir. Ada juga warga yang masih bertahan di rumah guna menjaga barang barang berharga miliknya.

Bupati kabupaten Sumba Timur Khristofel Praing, langsung ke lokasi banjir dikelurahan Prailiau dan Kambaniru. Bupati bersama instansi terkait mengevakuasi masyarakat.

Dengan menggunakan satu perahu karet, Bupati Khris bersama Sekda Sumba Timur, Kadis PUPR, TNI dan Polri mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir ke tempat yang nyaman.

Bupati Sumba Timur melakukan koordinasi dengan beberapa instansi terkait guna mempercepat proses evakuasi masyarakat. Khris juga memerintahkan untuk membangun posko bencana dan dapur umum bagi masyarakat yang terdampak banjir.

“Fokus kami saat ini adalah evakuasi masyarakat agar tidak terjadi korban jiwa. Selanjutnya membangun posko dan dapur umum untuk warga korban banjir” ujarnya.

Hal ini direspon baik oleh semua pihak untuk membangun posko dan dapur umum. Ketua PKK sumba Timur, turut membantu dengan memasakan makanan dirumahnya untuk diberikan kepada korban banjir.

Selanjutnya usai dari lokasi banjir Bupati lansung berkeliling melihat posko dan dapur umum untuk memastikan kebutuhan yang dibutuhkan oleh warga terdampak banjir.

Beberapa gedung gereja, rumah warga, kantor lurah menjadi posko dan lokasi pengungsian warga.

Wakil Sumba Timur David Melo Wadu mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan menghindar dari lokasi rawan bencana.

” Saya mengimbau agar semua stockholder memberi bantuan sesuai yg bisa di lakukan saat ini. Saya minta kesadaran masyarakat Sumba Timur agar bisa mengamankan diri atau mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan menjauhi area rawan bencana,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, cuaca ekstreme ini belum bisa diprediksi. Semua wilayah NTT terdampak, imbuhnya.

Saat ini, kata David, Sumba Timur terkepung oleh banjir bandang dan badai dan cara satu satunya saat ini masyarakat mau tidak mau harus meninggalkan tempat yang rawan bencana dan menungungsi ke tempat yang nyaman.

“Bagi masyarakat yang di area tidak terdampak agar bisa menampung keluarga terdampak, satu keluarga membantu satu keluarga terdampak saat ini,” tutupnya.

Penulis: Ferdy Lukas
Editor: YS
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x